Dimana
letak keadilan?
(untuk
dewasa)
Setelah beberapa
bulan buntu alfa dari blog akhirnya untuk yang pertama setelah hengkang mengisi
kembali blog ini dengan cerita atau lebih tepatnya suara hati. Setelah
mengalami berbagai kejadian, persoalan, dan berbagai pengalaman yang rasanya stag berhenti dari sebuah perubahan yang
signifikan akhirnya dari sekian kebingungan yang melanda, inilah cerita dari
saya, dari pemikiran saya, dari perasaan saya.
Setiap orang,
setiap pemikiran, setiap manusia dan setiap individu ia punya pandangannya
masing-masing dalam melihat, menilai, memahami, mengapresiasi, menyikapi. Saya
tidak akan membahasnya apakah itu hak, keyakinan, prinsip dan semacamnya, saya
disini hanya ingin mendeklamasikan apa yang ingin saya utarakan itu saja tidak
kurang, tidak lebih.
Setiap kehidupan
orang melihat dari berbagai sisi, seperti apapun sisi itu lagi-lagi saya tidak
akan memberikan penilaian tentang itu. Saya hanya menekankan bahwa dalam
tulisan ini sekali lagi saya hanya ingin berbicara dari sisi saya, yang tentu
saja saya tidak harus menghendaki hal ini sesuai dengan apa yang saya
sampaikan. Karena letaknya ada di setiap tangan masing-masing penilaian.
Tak ada keadilan
yang sejati di dunia ini, inilah dunia. Ketika kita lemah maka dunia memandang
kita salah karena kita haruslah kuat. Ketika kita menjadi kuat maka dunia
menilai kita janganlah terlalu kuat. Ketika kita sedang-sedang saja maka dunia
melihat kita biasa-biasa saja. Itulah keadilan dunia yang ukurannya tak jelas.
Ada pengecualian
tentang keadilan adalah kita dibekali nalar dan hak di situlah kita mencari
keadilan, memperjuangkan keadilan, dan menuntut keadilan. Karena setiap kita
berhak diperlakukan dengan adil.
Zaman perbudakan
sudah punah itu menandakan kita sudah merdeka dari penindasan yang artinya kita
berhak diperlakukan dengan adil. Namun pada kenyataan perbudakan berevolusi
menjadi perbudakan versi baru yang beragam dan bervariasi.
Jadi, keadilan? Tak
ada keadilan di dunia ini. Di dunia ini hanya mengenal keadilan dalam versinya
sendiri. Namun alangkah lebih baik adilah terhadap diri kita sendiri untuk
bersikap adil dalam mencari keadilan, dan yang paling krusial adalah jangan
bersikap tak adil terhadap orang lain dengan alasan apapun, karena itu
merupakan ketidakadilan yang tak seadil-adilnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar