Laman

Ikhsan Hargo Kusumo

Minggu, 12 Oktober 2014

ANALOGI HUJAN



ANALOGI HUJAN

Meski saya bukanlah orang filsafat, saya akan tetap berfilosofi sesuka, semau hati saya.

Hujan merupakan diksi sekaligus kenangan paling abadi yang tersimpan di dalam atmosfer bumi bersama kehidupan bumi itu sendiri. Hujan hadir tak serta-merta langsung muncul begitu saja dalam sebentuk air. Ada proses panjang terbentuknya hujan hingga kita bisa menikmatinya dengan begitu segar menyejukkan.

Kita mengetahui hujan bermula dari air laut yang naik ke angkasa menjadi butir-butir air di langit yang berkumpul dalam sebentuk awan. Awan dibawa oleh angin. Awan akan jatuh ke bumi ketika butir-butir air berkumpul menjadi banyak dan semakin berat. Akhirnya awan jatuh dalam sebentuk hujan. Siapakah yang mampu mengatur-Nya sedemikian rupa. Dialah Tuhan

Andaikan hujan adalah kehidupan, ia mewakili kehidupan. Dimana hidup adalah proses, adalah nikmat dibalik hikmat, adalah rangkaian mata rangkai yang tak mungkin lepas satu sama lain. Sebab hidup adalah rantai yang terangkai dari susunan tahap per tahap. Sebab hidup adalah hujan itu sendiri.

SALAM PENGGEMAR HUJAN

4 komentar:

  1. saya suka semua hal tentang hujan^
    kunjungin balik ya mas .. http://http://rahmichairani.blogspot.com/

    BalasHapus
  2. http://http://rahmichairani.blogspot.com/ dibuka gak ada :) salam pecinta hujan :)

    BalasHapus

JAM BERAPA?