ANALOGI
HUJAN
Meski saya
bukanlah orang filsafat, saya akan tetap berfilosofi sesuka, semau hati saya.
Hujan
merupakan diksi sekaligus kenangan paling abadi yang tersimpan di dalam
atmosfer bumi bersama kehidupan bumi itu sendiri. Hujan hadir tak serta-merta
langsung muncul begitu saja dalam sebentuk air. Ada proses panjang terbentuknya
hujan hingga kita bisa menikmatinya dengan begitu segar menyejukkan.
Kita
mengetahui hujan bermula dari air laut yang naik ke angkasa menjadi butir-butir
air di langit yang berkumpul dalam sebentuk awan. Awan dibawa oleh angin. Awan
akan jatuh ke bumi ketika butir-butir air berkumpul menjadi banyak dan semakin
berat. Akhirnya awan jatuh dalam sebentuk hujan. Siapakah yang mampu
mengatur-Nya sedemikian rupa. Dialah Tuhan
Andaikan hujan
adalah kehidupan, ia mewakili kehidupan. Dimana hidup adalah proses, adalah nikmat
dibalik hikmat, adalah rangkaian mata rangkai yang tak mungkin lepas satu sama
lain. Sebab hidup adalah rantai yang terangkai dari susunan tahap per tahap.
Sebab hidup adalah hujan itu sendiri.
SALAM
PENGGEMAR HUJAN

saya suka semua hal tentang hujan^
BalasHapuskunjungin balik ya mas .. http://http://rahmichairani.blogspot.com/
http://http://rahmichairani.blogspot.com/ dibuka gak ada :) salam pecinta hujan :)
BalasHapussalam pencinta hujan :)
BalasHapusSalam 😀
BalasHapus